Skip to main content

[Review] Waroenk Talubi - Bogor



      Bonjour!. Bagi kalian yang pecinta kuliner atau biasa disebut food lovers or foodies ada kabar baik untuk kalian yang sedang mencari mangsa baru hehe, karena pada tulisan saya kali ini akan membahas tempat makan yang baru dibuka. Saya dan teman-teman blogger lainnya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri grand opening / grand launching  tempat makan tersebut yang bernama Waroenk Talubi, acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 28 April 2018. Lokasi Waroenk Talubi mudah sekali untuk kalian temui karena berada di salah satu jalan yang memiliki banyak tempat makan di Kota Bogor yaitu, di Jalan Suryakencana.

      Jalan Suryakencana itu jalur satu arah yang dibagian jalan masuknya memiliki gapura merah besar, jadi dari bagian depan jalan tesebut memiliki gapura merah. Setelah kalian memamsuki gapura merah yang besar lurus sedikit kalian akan memasuki kawasan Pasar Bogor, setelah itu lurus saja terus sampai kalian melihat gedung Megaswara yang besar berada di sebelah kanan jalan, setelah itu jangan ngebut-ngebut karena sudah akan sampai, tinggal lurus saja sebentar dan Waroenk Talubi bisa kalian temui di sebelah kanan jalan juga. Bangunannya  di dominasi warna hitam dan memiliki tulisan "Talubi" yang besar dan
logo sketsa oma-oma / nenek-nenek yang kalau diperhatikan memilki kesan versi perempuan dari logo KFC seperti pada gambar yang sempat saya ambil berikut ini pada saat saya berkunjung.


dok. pribadi

dok. pribadi

   

      Ketika sampai di lantai satu, ada tempat pusat oleh-oleh milik talubi dan pada bagian kanan tempat makan dan tempat memesan, jadi kalau mau makan di Waroenk Talubi pesannya dengan sistem antri seperti pada tempat makan fast food sebut saja McD, KFC, A&W dll. Sebelum menuju ke lantai 2 yang khusus disediakan untuk para blogger yang menghadiri acara pembukaan, saya dipersilahkan memasang kertas yang diisi doa dari saya untuk Waroenk Talubi yang akan dipasang pada didinding bersama doa dari orang-orang yang lain. Setelah itu saya disuguhkan Puding Talubi , saya mengambil yang warna hijau karena saya menebak nanti akan memiliki rasa melon atau pandan, kemudian saya dan yang lainnya menuju ke lantai atas.

     Setelah semua sudah mendapatkan tempat duduk dan meja kami pun menyimak konferensi dari Ibu Ellen yang merupakan perwakilan dari pihak Waroenk Talubi, yang menjelaskan latar belakang terbentuknya Waroenk Talubi yang bukan pemula dalam bisnis kuliner, karena berawal dari Bika Bogor Talubi yang sudah memiliki beberapa cabang yang menjadi pusat oleh-oleh yang memiliki produk andalan yaitu bika bogor dan bika bogor mini. Nama Talubi merupakan kependekan dari Talas dan Ubi yang merupakan bahan baku pembuatan kue andalan mereka. Untuk outlet yang di Jalan Suryakencana ini memiliki kesan one stop place bagi yang ingin mencari oleh-oleh sekaligus tempat makan.

     Berawal dari para owner Talubi yang kangen dengan  masakan sang oma buyut mereka yang selalu disajikan kepada mereka saat mengasuh mereka, akhirnya dibuatlah Waroenk Talubi yang menyajikan makanan berdasarkan resep leluhur mereka yang lebih dari 100 tahun. Menu andalan yang menjadi flagship saat ini adalah nasi uduk & ayam bakar dengan bumbu khas terasi dari kampung halaman, karena saat mencoba menggunakan terasi selain dari kampung halaman sang oma rasanya tidak senikmat buatan oma mereka, Hmm... jadi penasaran akan seperti apa rasanya. Rasa sayang para owner terhadap sang oma membuat tidak hanya masakan, akan tetapi logo Waroenk Talubi menggunakan sketsa wajah sang oma dan dekorasi dinding Waroenk Talubi dipasangkan wejangan-wejangan ala oma, lagu yang diputaran pun lagu-lagu lawas.

dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi


      Saat yang ditunggu datang! hehe. Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak Waroenk Talubi dan membuat saya penasaran dengan rasa masakannya. Menunggu menu utama datang, saya mencicipi puding talubi yang sudah disediakan saat saya datang. TERNYATA! puding milik saya bukan rasa melon ataupun pandan, melainkan rasa matcha. Jujur saja i'm not a big fan of matcha, karena beberapa makanan dan minuman olahan matcha terutama yang rada pekat rasanyan membuat saya pusing dan blenger. TAPI! tidak dengan puding talubi ini, karena enaaaaaakk! lembut disajikan dengan dingin yang tidak nanggung dan tidak berlebihan benar-benar segar, rasa matcha nya tidak membuat saya pusing dan bagian bawahnya ada biskuit marie nya, sementara milik teman saya bagian atasnya ada biskuit oreonya.

      Menurut saya pribadi, pudingnya lebih enak dibandingkan dengan silky puding yang sempat hits dan mudah ditemui di berbagai mall, kalau puding itu saya makan satu sampai dua kali sudah puas tidak penasaran lagi, kalau yang ini enak, lembut, dan segar. Jadi tidak lengket-lengket yang terlalu milky gitu jenisnya, dan diberkian cairan vla rasa vanilla secara terpisah yang dapat kita atur sesuka hati.


dok. pribadi
dok. pribadi


dok. pribadi



      Seusai menikmati puding talubi yang sebaiknya saya jadikan kudapan penutup setelah menyantap menu utama (haha) akhirnya menu utama matang dan datang, nama menu utamanya adalah paket kangen Oma yang isinya ada nasi uduk, ayam bakar, lalapan, sambal bawang, minuman teh, tempe goreng dan tahu goreng. Tahu goreng yang dipakai adalah tahu Yun Yi, pasti tahu dong kan yaa... yang cabangnya sudah berkembang biak di banyak tempat. Harga makanan di Waroenk Talubi relatif murah, harga menu paketan diberi harga Rp. 10.0000 sampai Rp. 27.000 saja, dan untuk menu satuan makanan tidak ada yang lebih dari Rp. 20.000 begitupun dengan harga satuan menu minuman yang dijual.

      Sendokan pertama saya putuskan untuk mencicipi nasi uduknya yang hangat ditaburi dengan bawang goreng dan HMM!. PULEN!, dan rasa khas nasi uduknya kuat, gurih dan bold! enak, enak sekali. Serius ini berbeda dengan yang dijual oleh penjual nasi uduk di pagi hari disekitaran rumah saya, sampai tempat langganan saya yang menjual nasi uduk pada malam hari masih kalah rasanya dengan yang dimiliki talubi. Saya seketika berpikiran kalau satu porsi ini tidak akan cukup karena rasanya yang unpredictable karena saya pikir rasanya akan seperti nasi uduk pada umumnya.

      Ayam bakar, kini saatnya saya coba makanan tersebut. Rasa dari ayam bakarnya unik dan sedap saya belum pernah merasakan ayam bakar dengan bumbu seperti ini, bumbunya pun meresap ke celah-celah daging. Jujur saya sedikit takut pada awalnya mengingat bumbu ayam bakarnya berbahan dasar terasi, saya takut akan ada rasa pahit yang mengganggu, tapi tidak terbukti sama sekali, rasanya benar-benar sedap apalagi dimakan bersamaan dengan nasi uduknya, hmm jogres yang luar biasa di atas lidah. Ayam bakarnya tidak pedas, namun bagi yang suka pedas jangan khawatir karena disediakan dalam satu paket sambel bawang secara terpisah untuk di cocol.

     Rasa sambal bawangnya enak dan pedas, cukup membuat saya berkeringat sedikit di ruangan yang dilengkapi dengan AC dan kipas angin tersebut. Kehadiran tempe goreng dan tahu goreng pada menu paket ini benar-benar juga menambah semarak. Sebenarnya disediakan juga sambal kacang yang terlihat cukup menggoda namun saya tidak mencobanya karena terlalu asyik kenikmatan menyantap makanan yang disajikan dengan peralatan makan tradisional dan terkesan vintage tersebut sampai habis -_-


dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi
dok. pribadi

dok. pribadi


      Menjadi kurang seru nampaknya kalau tidak mencoba juga aneka oleh-oleh yang ada di Waroenk Talubi, mengingat mereka punya pengalaman dalam bidang tersebut. Saya berkesempatan untuk mencicipi pillsbury banana cake dan banana cheesecake (varian strawberry). Saya mencoba kedua menu tersebut ketika sudah sampai rumah, dan yang pertamakali saya coba adalah banana cheesecake karena melihat contoh gambar kue nya pada cover terlihat menarik sekali. Pada saat saya buka, bagian dalamnya dilapisi plastik yang membentuk shape  dari setiap kue, jadi aman bila dibawa-bawa tidak perlu khawatir berantakan karena goncangan.

      Banana cheesecake ini saat saya coba saya langsung paham kalau ini bolu pisang yang bersalut pastry yang biasa ditemui pada kue-kue selebritis. Namun bila pada kue-kue selebritis teksturnya chruncy  dan garing, tidak demikian dengan kue talubi ini, karena tekturnya yang lembut dan lentur menyatu dengan bolu pisangnya pada bagian atas diberi lapisan yang memiliki rasa buah strawberry dan ada selai atau saus strawberrynya juga. Sementara itu untu pillsbury banana cake ini bolu pisang berbentuk kotak yang bagian atasnya diberi keju, krim, dan meises cokelat karena memang varian rasa itu yang saya coba, menurut saya pribadi rasanya enak, namun saya lebih suka dengan yang banana cheesecake.
dok. pribadi
dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi

dok. pribadi

      Waroenk Talubi terlepas dari rasa masakan yang enak dan harganya yang relatif murah, ada dua hal yang saya sukai juga yaitu tempatnya yang bersih dan nyaman serta pelayanannya yang ramah. Ketika crew toko melayani menawarkan puding, menghampiri meja untuk mengantarkan makanan, minuman dan untuk mengambil peralatan makan yang sudah tidak digunakan. Saya perhatikan cara berbicara dan ekspresi wajah mereka terkesan natural, ramah dan bersemangat saya harapkan hal tersebut akan terus dijaga dan dikembangkan oleh pengelola. Okay terimakasih para pembaca telah membaca artikel saya yang satu ini, sampai ketemu lagi diulasan makan-makan berikutnya xoxo.


dok. pribadi

bogorlocalguides

dok. pribadi

dok. pribadi




- Raster Affandi -

Instagram: @rasteraffandi
Twitter: @RasterAffandi



Comments

  1. Woooowww, asik banget emang makan di talubi. Saya sampai sudah 4x kesana karna kangen dengan resep OMA. Ayam dan nasi uduknya itu lho wuenak tenaaannn. Semoga segera ada menu baru dari resep OMA :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju tempatnya juga juga di JL. Suryakencana Bogor salah 1 tempat yg banyak tempat makan

      Cocok buat orang yg dari luar kota yang ingin kulineran.

      Delete
  2. Replies
    1. Iya memang mantap! 👍🍗🍛

      Ayam bakar & nasi uduknya ngangenin hehe silahkan coba, apalagi kalau rumahnya di Bogor & sekitarnya
      .
      Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya ☕😀

      Delete
  3. jadi pengen ke waroenk talubi lagi. nasi uduk ayam bakarnya enakk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, saya sepakat kalau enak dan rasanya bikin kangen ya hehe..
      .
      Terimakasih sudah berkunjung ☕😀

      Delete
  4. Gimana kalau Blogor halal bil halal di sini? Asyik keknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah such a good idea! Saya sih setuju bgt apalagi tempat dan makanannya enak.

      Delete
  5. Rasanya bikin nagih mau datang lagi yak, nasi uduk dn ayam bakarnya beda dari yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setuju. Nasi uduk dan ayam bakarnya bikin kangen karena bumbunya unik dan rasanya enak ☕😁

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

1803 MDPL | Gunung Kencana - Puncak, Cisarua

It's Hiking Time!..
Whatsup!?.. Hope you all fine and good. Dalam postingan saya kali ini, saya ingin share sedikit pengalaman saya tentang pendakian saya dan teman-teman saya ke Gunung Kencana yang berlokasi di Cisarua. Saya dan teman-teman mendaki pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2015 yang mana bertepatan dengan tahun baru Islam, yup! secara otomatis kita sudah pasti akan merayakan malam tahun baru di Gunung Kencana karena kami akan menginap di sana.
Perjalanan yang kami tempuh dari Kota Bogor ke daerah Puncak Cisarua lumayan jauh dan untung saja cuaca pada saat itu sangat bersahabat, namun

Mata Saya Part. 1 - (Periksa mata ke Optik, Kaca Mata, Mata Minus)

Jadi... Semuanya terjawab sudah.
selama berbulan-bulan saya menulis di kelas melihat papan tulis yang tulisanya terlihat rada kabur, sehingga membuat kepala saya sakit dan pusing.

Dan.....

Semakin lama kok semakin parah yah?, akhirnya kemarin (05-12-2011)
Saya bersama kakak saya berkunjung ke Optik Berinisial "M" di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Cibubur.

Hmm... saya masuk ke dalam optik dan berbincang-bincang dengan pekerja optik tersebut karena saya sedang menunggu giliran karena sedang ada yang periksa mata juga.
Saya melihat-lihat frame kacamata di etalase toko selagi menunggu. Tapi kok harganya mahal-mahal yah?! -__-
Memang sih merk-merknya juga yang berkualitas internasional namanya juga optik ternama barang-barang yang dijual pun harus sesuai, lagi pula saya kan masih awam dalam perkacamataan jadi tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau harga sebuah kacamata bisa semahal itu khususnya harga frame kacamata yang ternyata lebih mahal dari kacanya haha.

Dan...

Tiba akh…